Sabtu, 15 Oktober 2011


Harapan dinapas terakhir


Adakah hidup ini indah,kalau ternyata hidup ini tidak ada yang bisa diharapkan.Semua orang sudah pasti mati …..tapi apa yang kita lakukan sebelum mati ? ternyata hanya berlomba-lomba mencari harta.Semua itu hanyalah tipuan belaka yang kita juga tidak tahu ternyata semua tipuan itu kita juga yang melakukan dan menjadi korbannya.Aku hanya mengajak diriku sendiri untuk selalu menerima apa yang kita terima dariNya dan  selalu Iklas untuk menerima dan menerima segala apa yang di ujikanNya untuk kita.Bukannya pasrah tapi kita tetaplah harus berupaya untuk mendapatkan yang terbaik bagi kita dan keluarga kita,sekalipun aku merasa kesepian dalam menjalani hidup ini. Aku belum bisa menemukan apa arti hidupku yang sebenarnya….untuk siapa….dan mau kemana…aku selama ini tidak pernah memperdulikan harta …yang aku minta hanyalah Alloh  mencukupi kebutuhanku dan keluargaku..tidak lebih dari itu .Dan yang paling utama aku minta agar diakhir napasku …aku bisa berucap la…illah…haillaloh muhammaddarosulloh….dan aku dalam hidup ini selalu bisa minta maaf kesemua orang yang aku kenal mungkin aku alfa telah berbuat salah…..maafkan aku.

Ayat Kursi, Arti dan Manfaat/Keutamaannya dalam Huruf Latin - Agama Islam

Bacaan sesuai terjemahan biasa dari huruf arab ke huruf latin :
ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU. LAA TA'KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA'U 'INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA'LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN 'ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI'A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL 'ALIYYUL AZHIIM.
Bacaan sesuai terjemahan sesuai lafal dari huruf arab ke huruf latin :
ALLOHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAA TA'KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASFA'U 'INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA'LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHOLFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN (dengung) 'ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI'A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDH. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL 'ALIYYUL AZHIIIM.
Artinya :
Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255)
Keutamaan, kegunaan, manfaat, syafaat, keajaiban, keistimewaan dari ayat kursi surat al-baqoroh ayat 255 antara lain adalah :
- Dapat mendatangkan hajat bila dibaca 100 kali pada waktu tengah malam setelah melakukan shalat sunat hajat.
- Dapat mengusir, menghilangkan dan menghindar dari gangguan jin, syetan/setan, makhluk ghoib, makhluk halus dan sebangsanya serta gannguan dari orang-orang zhalim. Bacalah ayat kursi pada setiap permulaan siang dan malam hari.
- Menyembuhkan orang gila dan kerasukan/kesurupan dengan cara membaca 11 kali pada orang gila dengan sambil ditiup-tiupkan.
- Penyembuhan segala macam penyakit dengan menulis ayat kursi pada wadah air minum seperti gelas, mangkuk, cangkir, kendi, piring, dan lain-lain.
Selamat membaca dan belajar Semoga bermanfaat

Kunci Rizki Menurut Al Qur"an dan As Sunnah (7)

Pasal Ketujuh : BERINFAK DI JALAN ALLAH

Di antara kunci-kunci rizki lain adalah berinfak di jalan Allah. Pembahasan masalah ini –dengan memohon taufik dari Allah– akan saya
lakukan melalui dua poin berikut:

A. Yang dimaksud berinfak.
B. Dalil syar'i bahwa berinfak di jalan Allah adalah termasuk kunci-kunci rizki.

A. Yang Dimaksud Berinfak


Di tengah-tengah menafsirkan firman Allah: "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Dia akan menggantinya". (Saba': 39).
Syaikh Ibnu Asyur berkata: "Yang dimaksud dengan infak di sini adalah infak yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfak kepada orang-orang fakir dan berinfak di jalan Allah untuk menolong agama."

B. Dalil Syar'i Bahwa Berinfak di Jalan Allah Adalah Termasuk Kunci Rizki

Ada beberapa nash dalam Al-Qur'anul Karim dan Al-Hadits Asy-Syarif yang menunjukkan bahwa orang yang berinfak di jalan Allah akan diganti
oleh Allah di dunia. Di samping, tentunya apa yang disediakan oleh Allah baginya dari pahala yang besar di akhirat. Di antara dalil-dalil
itu adalah sebagai berikut:

1. Firman Allah:

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang se-baik-baiknya." (Saba': 39).

Dalam menafsirkan ayat di atas, Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata: "Betapapun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang diperintahkan
Allah kepadamu dan apa yang diper-bolehkanNya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi
pahala dan gan-jaran, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits…"


Imam Ar-Razi berkata, "Firman Allah: 'Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya', adalah realisasi dari sabda
Nabi : "Tidaklah para hamba berada di pagi hari…." (Al-Hadits). Yang demikian itu karena Allah adalah Penguasa, Maha Tinggi dan Maha Kaya.
Maka jika Dia berkata: "Nafkahkanlah dan Aku yang akan menggantinya,' maka itu sama dengan janji yang pasti ia tepati. Sebagaimana jika Dia berkata: "Lemparkanlah barangmu ke dalam laut dan Aku yang menjaminnya."

Maka, barangsiapa berinfak berarti dia telah memenuhi syarat untuk mendapatkan ganti. Sebaliknya, siapa yang tidak berinfak maka
hartanya akan lenyap dan ia tidak berhak mendapatkan ganti. Hartanya akan hilang tanpa ganti, arti-nya lenyap begitu saja.

Yang mengherankan, jika seseorang pedagang mengeta-hui bahwa sebagian dari hartanya akan binasa, ia akan menjualnya dengan cara nasi'ah (pembayaran di belakang), meskipun pembelinya termasuk orang miskin. Lalu ia ber-kata, hal itu lebih baik daripada pelan-pelan harta itu binasa. Jika ia tidak menjualnya sampai harta itu binasa maka ia akan disalahkan. Dan jika ada orang mampu yang menjamin orang miskin itu, tetapi ia tidak menjualnya (kepada orang tersebut) maka ia disebut orang gila.

Dan sungguh, hampir setiap orang melakukan hal ini, tetapi masing-masing tidak menyadari bahwa hal itu mendekati gila.
Sesungguhnya harta kita semuanya pasti akan binasa. Dan menafkahkan kepada keluarga dan anak-anak adalah berarti memberi pinjaman.
Semuanya itu berada dalam jaminan kuat, yaitu Allah Yang Maha Tinggi. Allah berfirman:

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Dia pasti manggantinya."

Lalu Allah memberi pinjaman kepada setiap orang, ada yang berupa tanah, kebun, penggilingan, tempat pemandian untuk berobat atau
manfaat tertentu. Sebab setiap orang tentu memiliki pekerjaan atau tempat yang daripadanya ia mendapatkan harta. Dan semua itu milik
Allah. Di tangan manusia, harta itu adalah pinjaman. Jadi, seakan-akan barang-barang tersebut adalah jaminan yang diberikan Allah dari
rizkiNya, agar orang tersebut percaya penuh kepadaNya bahwa bila dia berinfak, Allah pasti akan menggantinya. Tetapi meskipun demikian,
ternyata ia tidak mau berinfak dan membiarkan hartanya lenyap begitu saja tanpa mendapat pahala dan disyukuri.

Selain itu, Allah menegaskan janjiNya dalam ayat ini kepada orang yang berinfak untuk menggantinya dengan rizki (lain) melalui tiga
penegasan. Dalam hal ini, Ibnu Asyur berkata: "Allah menegaskan janji tersebut dengan kalimat bersyarat, dan dengan menjadikan jawaban dari kalimat bersyarat itu dalam bentuk jumlah ismiyah dan dengan mendahulukan musnad ilaiah (sandaran) terhadap khabar fi'il-nya ( )
yaitu dalam firmanNya: ( )De-ngan demikian, janji tersebut ditegaskan dengan tiga penegasan yang menunjukkan bahwa Allah benar-benar akan merealisasikan janji itu. Sekaligus menunjukkan bahwa ber-infak adalah sesuatu yang dicintai Allah.

Dan sungguh janji Allah adalah sesuatu yang tegas, yakin, pasti dan tidak ada keraguan untuk diwujudkannya, wa-laupun tanpa adanya
penegasan seperti di atas. Lalu, bagai-mana halnya jika janji itu ditegaskan dengan tiga penegasan?

2. Dalil lain adalah firman Allah:

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan ke-miskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan
untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui."
(Al-Baqarah: 268).

Menafsirkan ayat mulia ini, Ibnu Abbas berkata: "Dua hal dari Allah, dan dua hal dari setan. Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu
dengan kemiskinan. Setan itu berkata, 'Jangan kamu infakkan hartamu, peganglah untukmu sendiri karena kamu membutuhkannya'. Dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)."


(Dan dua hal dari Allah adalah), "Allah menjanjikan un-tukmu ampunan daripadaNya, yakni atas maksiat yang kamu kerjakan, dan karunia berupa rizki."

Al-Qadhi Ibnu Athiyah menafsirkan ayat ini berkata: "Maghfirah (ampunan Allah) adalah janji Allah bahwa Dia akan menutupi kesalahan segenap hambaNya di dunia dan di akhirat. Sedangkan al-fadhl (karunia) adalah rizki yang luas di dunia, serta pemberian nikmat di akhirat, dengan segala apa yang telah dijanjikan Allah."

Imam Ibnu Qayim Al-Jauziyah dalam menafsirkan ayat yang mulia ini berkata:
"Demikianlah, peringatan setan bah-wa orang yang menginfakkan hartanya, bisa mengalami ke-fakiran bukanlah suatu bentuk kasih sayang setan kepa-danya, juga bukan suatu bentuk nasihat baik untuknya. Ada-pun Allah, maka Ia menjanjikan kepada hambaNya ampunan dosa-dosa daripadaNya, serta karunia berupa penggantian yang lebih baik daripada yang ia infakkan, dan ia dilipatgandakanNya baik di dunia saja atau di dunia dan di akhirat."

3. Dalil lain adalah hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah , Nabi
memberitahukan kepadanya:


"Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, 'Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberi rizki) kepadaMu."


Allahu Akbar! Betapa besar jaminan orang yang berinfak di jalan Allah! Betapa mudah dan gampang jalan mendapatkan rizki! Seorang hamba berinfak di jalan Allah, lalu Dzat Yang di TanganNya kepemilikan segala sesuatu memberi-kan infak (rizki) kepadanya. Jika seorang hamba berinfak sesuai dengan kemampuannya maka Dzat Yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi serta kerajaan segala se-suatu akan memberi infak (rizki) kepadanya sesuai dengan keagungan, kemuliaan dan kekuasaanNya.

Imam An-Nawawi berkata: "Firman Allah, 'Berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberi rizki) kepadamu' adalah makna dari firman Allah dalam Al-Qur'an: "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka
Dia-lah yang akan menggantinya." (Saba': 39).

Ayat ini mengandung anjuran untuk berinfak dalam ber-bagai bentuk kebaikan, serta berita gembira bahwa semua itu akan diganti atas karunia Allah .

4. Dalil lain bahwa berinfak di jalan Allah adalah di antara kunci-kunci rizki yaitu apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda:

"Tidaklah para hamba berada di pagi hari kecuali di dalamnya terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdo'a, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang berinfak ganti (dari apa yang ia infakkan)'. Sedang yang lain berkata, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menahan (hartanya) kebinasaan (hartanya)'."


Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang mulia menga-barkan bahwa terdapat malaikat yang berdo'a setiap hari kepada orang yang berinfak agar diberikan ganti oleh Allah. Maksudnya –sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Mulla Ali Al-Qari– adalah ganti yang besar. Yakni ganti yang
baik, atau ganti di dunia dan ganti di akhirat. Hal itu berdasarkan firman Allah:

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Dia-lah yang akan menggantinya. Dan Dialah sebaik-baik Pemberi rizki." (Saba': 39).

Dan diketahui secara umum bahwa do'a malaikat adalah dikabulkan, sebab tidaklah mereka mendo'akan bagi sese-orang melainkan dengan izinNya. Allah berfirman:

"Dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNya." (Al-Anbiya': 28).

5. Dalil lain adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda:

"Berinfaklah wahai Bilal! Jangan takut dipersedikit (hartamu) oleh Dzat Yang Memiliki Arsy."


Aduhai, alangkah kuat jaminan dan karunia Allah bagi orang yang berinfak di jalanNya! Apakah Dzat Yang Memiliki Arsy akan menghinakan orang yang berinfak di jalan-Nya, sehingga ia mati karena miskin dan tak punya apa-apa? Demi Allah, tidak akan demikian!

Al-Mulla Ali-AlQari menjelaskan kata " " dalam hadits tersebut berkata, "Maksudnya, dijadikan miskin dan tidak punya apa-apa". Artinya, "Apakah engkau takut akan disia-siakan oleh Dzat Yang Mengatur segala urusan dari langit ke bumi?" Dengan kata lain, "Apakah kamu takut untuk digagalkan cita-citamu dan disedikitkan rizkimu oleh Dzat Yang rahmatNya meliputi penduduk langit dan bumi, orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, burung-burung dan binatang melata?"

6. Berapa banyak bukti-bukti dalam kitab-kitab Sunnah (Hadits), Sirah (Perjalanan Hidup), Tarajum (Biografi), Tarikh (Sejarah), bahkan hingga dalam kenyataan-kenyataan yang kita alami saat ini yang menunjukkan bahwa Allah mengganti rizki hambaNya yang berinfak di jalanNya.

Berikut ini kami ringkaskan satu bukti dalam masalah ini. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi beliau bersabda:

"Ketika seorang laki-laki berada di suatu tanah lapang bumi ini, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, 'Siramilah kebun si fulan!' Maka awan itu berarak menjauh dan menuangkan airnya di areal tanah yang penuh de-ngan batu-batu hitam. Di sana ada aliran air yang me-nampung air tersebut. Lalu orang itu mengikuti kemana air itu mengalir. Tiba-tiba ia (melihat) seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya. Ia mendorong air tersebut dengan skopnya (ke dalam kebunnya). Kemudian ia bertanya, 'Wahai hamba Allah! Siapa namamu?' Ia menjawab, 'Fulan', yakni nama yang didengar di awan. Ia balik bertanya, "Wahai hamba Allah, kenapa engkau menanyakan namaku?' Ia menjawab, 'Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang menurunkan air ini. Suara itu berkata, 'Siramilah kebun si fulan! Dan itu adalah namamu. Apa sesungguhnya yang engkau lakukan?' Ia menjawab, "Jika itu yang engkau tanyakan, maka sesungguhnya aku memperhitungkan hasil yang didapat dari kebun ini, lalu aku bersedekah dengan se-pertiganya, dan
aku makan beserta keluargaku seper-tiganya lagi, kemudian aku kembalikan (untuk menanam lagi) sepertiganya'."


Dalam riwayat lain disebutkan:

"Dan aku jadikan sepertiganya untuk orang-orang miskin dan peminta-minta serta ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan)."

Imam An-Nawawi berkata: "Hadits itu menjelaskan ten-tang keutamaan bersedekah dan berbuat baik kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Juga keutamaan seseorang yang makan dari hasil kerjanya sendiri, termasuk keutamaan memberi nafkah kepada keluarga."

Kategori: Masalah Rezeki
By :  Putut Wijanarko

Rahasia Tidur dan Sholat Tahajud

Rahasia Tidur
 Umumnya orang beranggapan bahwa tidur malam yang baik memerlukan waktu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Tetapi ketahuilah bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para saintis barat seperti dr Ray Meddis, seorang profesor di department of human sciences, england university of technology yang mengatakan bahwa manusia sebenarnya hanya perlu tidur malam selama TIGA JAM.
 Waktu tidur bisa dibagi kedalam dua bagian yaitu tidur ayam dan tidur lelap. Mimpi biasanya terjadi pada tidur lelap (deep sleep). Manusia perlu berlatih untuk bisa tidur lelap karena tidur ayam adalah masa berangan-angan yang sebenarnya hanya membuang waktu saja. Tidur yang sebenarnya ialah ketika tidur lelap dengan mengacu pada kajian saintis barat yaitu cukup selama TIGA JAM.
 Kita merasakan bahwa tidur malam kita selalu tidak cukup. Ini disebabkan karena kita tidak terlatih atau mengikuti aturan yang benar ketika kita tidur. Apabila seseorang atlit (atlet lari,misalnya) ketika hendak mengikuti lomba lari maka dia akan berlatih mungkin sekitar setahun sebelum perlombaan itu dimulai. Dengan demikian dia berharap bisa menjadi juara. Demikian juga dengan kita, harus melatih diri kita tidur sesuai aturan yang baik
Menurut kajian ahli pengobatan barat, sebelum kita pergi tidur, pertama-tama kita akan merasa mengantuk (drowsiness) di mana suhu badan kita akan menurun. Dengan mengatur waktu tidur dan menggunakan termometer kita bisa melatih diri kita untuk tidur bila perlu. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal lainnya. Di dalam al-quran disebutkan ada segolongan manusia yang masuk surga karena ibadah malamnya dengan mengurangi waktu tidur malamnya.
Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud : “sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Surah Az-Zariat ayat 15-18)
 Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang baik bagaimana tidur yang benar lengkap dengan doa-doanya. Sebagai ringakasan mungkin kita bisa latihan untuk tidur malam seperti :
 1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah bangun dari tidur
2. Tunaikan sholat isya’ sebelum tidur.
3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal,kasur dan lain-lain dari kotoran.
4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan rasulullah saw.
5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.
Cara bangun tidur juga ada hal perlu diikuti untuk menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari pelbagai penyakit. Umpamanya kita yang suka bangun tidur terus langsung melompat dari tidurnya maka beresiko terkena penyakit jantung dan bisa menyebabkan meninggal. Demikian menurut pendapat seorang doktor dari china – dr Huang Guoxiong dari badan pengobatan lioning.


Pendapat ahli sastra barat
Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai pentingnya mengurangi tidur untuk mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka menjawab: ” the woods are lovely, dark and deep but i have promises to keep and miles to go before i sleep.” maksudnya ” taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur.”
“the heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the night.” – longfellow maksudnya ” pencapaian kerja yang tinggi oleh orang-orang ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga larut malam pada waktu teman-temannya/yang lain sedang nyenyak tidur.” ini jelas menunjukkan mereka meminimalkan waktu tidur untuk mencapai kesuksesan dalam hidup mereka.
 Rahasia Sholat Tahajud
 Sekarang kita kembali kepada perbincangan tentang sholat tahajud. Apakah kebaikan dan kelebihan yang kita peroleh dari mengerjakan sholat tahajud sementara yang lain sedang nyenyak tidur.
 Dari sisi logis, mungkin kita tidak mengerti bahwa perintah allah itu mendatangkan kebaikan. Sesungguhnya sholat tahajud meneguhkan iman kita, jiwa kita, mental kita untuk menghadapi masalah hidup duniawi dan lain-lain . Kemudian dari sisi sains pengobatan, kita akan menyedot oksigen di atmosfer bumi sekitar jam tiga pagi hingga terbit matahari dan menggerakkan otot-otot di dalam badan kita yang akan menyegarkan badan dan melancarkan aliran darah ditubuh kita. Kedua hal tersebut, yaitu oksigen dan gerakan otot sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Oksigen akan hilang dari atmosfer bumi selepas matahari terbit dan tidak datang lagi sampai besok pagi. Hanya manusia yang bangun pada waktu ini yang dapat menikmati oksigen tersebut.
 Coba kita kaji pergerakan otot-otot kita ketika sholat. Secara kasar, pertama kita berdiri tegak (qiyam) kemudian mengangkat kedua tangan bertakbir dan meletakkan tangan di atas dada – kita telah membesarkan rongga dada kita sehingga paru-paru akan terasa lapang serta menggerakkan otot di kedua belah tangan. Ketika ruku’ dengan badan membungkuk ke depan dan kedua tangan di atas kepala lutut dan punggung mendatar (parallel to the ground) sekaligus menggerakkan ruas-ruas tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan tulang tungkai. Ketika sujud, seluruh berat badan tertumpu sepenuhnya di atas otot-otot kedua tangan, kaki. Dada, perut, punggung, leher dan otot-otot kaki. Lihat saja pada waktu sujud ini berapa banyak otot dan persendian yang kita gerakkan.
 Setelah itu kita bangkit dari sujud. Kita duduk, kemudian kita sujud lagi dan sesudah itu kita berdiri kembali. Dalam gerakan badan kali ini secara automatik kita telah menggerakkan sejumlah besar otot-otot di dada , bahu, lengan, perut, punggung, paha, kaki bagian bawah dan otot-otot lainnya. Selain itu kita juga melakukan dua jenis duduk – pertama duduk antara dua sujud dan kedua duduk tahiyat. Kedua jenis duduk ini menggerakkan tumit , pangkal paha, selangkangan, jari-jari kaki dan lain-lain.
 Ketika kita memberi salam, kita menggerakkan otot-otot leher tengkuk dan lain-lain. Kalau kita lihat dari dua hal di atas yaitu menghirup oksigen yang istimewa dan gerakan otot-otot yang semuanya itu sudah tentu akan menyehatkan tubuh kita. Sholat tahajud bisa juga menjauhkan penyakit pinggang yang selalu menyerang orang yang banyak tidur dan bangun lewat dari tidur malam.
“dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: Mudah-mudahan tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Surah Al-Isra’ 17: 79)
 "sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Surah Az-Zariat ayat 15-18)
 Orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar”. (Al-Quran, Surah Ali ‘Imran: 17).
 Mngpa Allah menyuruh kita bangun di tengah malam untuk melaksanakan shalat Tahajud? Apa rahasia di balik perintah Allah tersebut? Apakah betul orang-orang yang bertahajud di tengah malam akan diangkat Allah ke tempat yang terpuji?
Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri kepada Allah SWT, penghapus dosa dan pengusir penyakit dari dalam tubuh”. (HR at-Tirmidzi).
Beberapa Data Ilmiah Tahajud:
 1. Dr. Abdul Hamid Diyab dan Dr. Ah Qurquz mengatakan,shalat malam dapat meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh terhadap berbagai penyakit yang menyerang jantung, otak dan organ-organ tubuh yang lain. Karena orang yang bangun tidur malam hari, berarti menghentikan kebiasaan tidur dan ketenangan terlalu lama yang merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Aktifitas shalat malam, untuk menghadap Allah Sang Pencipta, akan menenangkan hati dari segala kegundahan dan kegelisahan hidup yang dialami.
 2. Bangun malam dapat menjadikan tubuh bugar dan bersemangat, serta terhindar dari penyakit punggung pada usia tua. Dalam salah satu penelitian medis terbukti bahwa orang-orang yang terbiasa shalat malam relatif lebih aman dari serangan penyakit pada tulang punggung dari pada orang-orang yang tidak shalat malam.
 3. Shalat Tahajud memiliki kandungan aspek meditasi dan relaksasi yang cukup besar, dan memiliki pengaruh terhadap kejiwaan yang dapat digunakan sebagai strategi penanggulangan adaptif pereda stres. Sebagaimana juga dijelaskan Dr.M.Soleh bahwa stres punya pengaruh yang besar terhadap ketahanan tubuh seseorang. Dan stres, baik fisik maupun psikis menyebabkan terjadinya pengeluaran cairan tubuh (hormon) cukup banyak dan penguapan dari tubuh yang lebih cepat.
 4. Dalam bidang bio-teknologi, shalat Tahajud dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan respon ketahanan tubuh dan menghilangkan rasa nyeri pasien yang terkena penyakit kanker. Dalam bidang ini pula shalat Tahajud dapat meningkatkan respons emosional positif yang efektif dalam menegakkan anastesis pra bedah.

5.Shalat Tahajud yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan, khusuk, tepat, ikhlas dan kontinyu diyakini dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi positif. Dan respons emosi positif (positive thinking) dapat menghindarkan reaksi stres.
Mengapa harus tengah malam?
 Kata tahajud terambil dari kata hujud yang berarti tidur. Kata Tahajud dipahami al-Biqai dalam arti tinggalkan tidur untuk melakukan shalat. Shalat ini juga dinamakan shalat lail/shalat malam, karena dilaksanakan di waktu malam yang sama dengan waktu tidur. Apa rahasia bangun di tengah malam untuk shalat Tahajud?
 Ini dapat kita buktikan ketika melakukan komunikasi lewat ponsel di waktu tengah malam atau berselancar mengarungi dunia maya lewat internet, kekuatan sinyal yang dipancarkan akan lebih kuat, jelas dan cepat. Komunikasi kita dengan Allah saat Tahajud, kira-kira dapatlah dianalogikan demikian. Disaat manusia terlelap tidur diselimuti mimpi, kita mampu berkomunikasi dengan Sang Khalik dalam keadaan pikiran tenang dan fisik yang segar, tentulah “komunikasi” akan terjadi dengan “sinyal” yang kuat dan jernih. Dan komunikasi yang kita lakukan semuanya berbasis pada pancaran energi.
 Hal ini telah dijawab Allah pada surah Al-Muzzammil ayat 6-7, yang artinya kira-kira: “Sesungguhnya bangun diwaktu malam, dia lebih berat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya bagimu di siang hari kesibukan yang panjang”. Dari ayat tersebut ada dua hal yang begitu mengesankan kita. Pertama, sengaja untuk bangun malam. Kedua, bacaan di malam hari memiliki efek dan dampak yang lebih mengesankan. Sengaja bangun malam hanya bias dilakukan oleh orang yang memiliki niat kuat. Niat yang kuat pasti didorong oleh motivasi yang kuat, sehingga pekerjaan tersebut akan dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.
 Apalagi shalat Tahajud adalah shalat sunnah, Insya Allah orang yang melaksanakan shalat sunnah adalah orang yang memang punya niat yang ikhlas dan motivasi yang kuat. Lain halnya dengan shalat wajib, tidak jarang kita melaksanakan shalat wajib hanya sekedar “gugur kewajiban”. Shalat Tahajud dilakukan harus setelah tidur, meskipun sejenak.
 Apa manfaatnya?. Rasulullah SAW sangat memperhatikan hak-hak yang harus didapat tubuh kita. Bahkan ditegaskan bahwa kita wajib memenuhi hak-hak yang harus diperoleh tubuh kita dan di antaranya adalah hak untuk tidur.
 Sabda Rasullah: “Puasa dan berbukalah, shalat dan tidurlah karena sesungguhnya tubuhmu punya hak yang harus kau penuhi dan sesungguhnya matamu punya hak yang harus kau penuhi dan istrimu (pasanganmu) punya hak yang harus kau penuhi”. (HR. Al-Bukhari).
 Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai makhluk hidup, termasuk manusia. Pada manusia, tidur adalah penting untuk kesehatan. Tanda-tanda kehidupan seperti kesadaran, denyut jantung dan frekuensi pernafasan mengalami perubahan, yaitu mengalami penurunan atau perlambatan. Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik dan saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade/ dihambat, sehingga pada saat tidur cenderung untuk tidak bergerak dan daya tanggap berkurang.
 Saat bangun tidur pasti pikiran kita lebih terang. Bayangkan dalam 1 hari, jantung kita berdetak 100.000 kali, darah kita mengalir melalui 17 juta mil arteri, urat darah halus/kapiler dan juga pembuluh vena. Tanpa kita sadari rata-rata sehari kita berbicara 4.000 kata, bernafas sebanyak 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar sebanyak 750 kali dan mengoperasikan 14 miliar sel otak. Dan tidur adalah istirahat yang sangat baik menurut ilmu kesehatan, karena terjadi proses pemulihan sel tubuh, penambahan kekuatan dan otak kita kembali berfungsi dengan sangat baik. Sangatlah tepat jika Allah berkehendak agar shalat Tahajud dikerjakan setelah tidur. Dengan pikiran yang segar akan membantu kita lebih khusyu’ memaknai ayat-ayat Allah yang kita baca. Berkomunikasi di malam hari kira-kira pukul 01:00 - 04:00 (sepertiga malam terakhir), secara umum akan lebih baik.
Tahajud dan Hormon Stres
 Prof. Dr. Muhammad Sholeh, dari Surabaya, telah membuktikan satu dari sekian banyak ilmu yang terkandung di dalam Al-Quran secara ilmiah menurut Ilmu Kedokteran melalui penelitian disertasi dalam bidang Ilmu Kedokteran pada program pascasarjana Universitas Surabaya, dengan judul “Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik: Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi”.
 Beliau menyimpulkan, jika melakukan shalat Tahajud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas dan khusuk niscaya (dengan seijin Allah SWT) akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker. Penelitian ini melibatkan 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa, hanya 23 yang sanggup menjalankan shalat Tahajud selama 1 bulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan shalat Tahajud selama 2 bulan. Shalat Tahajud dimulai pukul 02.00 - 03.00 sebanyak 11 rakaat, dengan dua rakaat sebanyak 4 kali dan ditutup shalat witir sebanyak 3 rakaat. Dan selanjutnya, hormone kortisol (hormon stres) dari 19 siswa tersebut diperiksa di 3 laboratorium di Surabaya (Pramitha, Prodia dan Klinika).
Kadar kortisol siswa yang shalat Tahajud dengan rutin berbeda dengan siswa yang tidak melaksanakan shalat Tahajud. Mereka yang shalat Tahajud memiliki kadar hormon kortisol yang rendah. Hal ini menandakan mereka memiliki ketahanan tubuh yang kuat dan kemampuan individu yang tangguh sehingga mampu menanggulangi masalah-masalah sulit dengan lebih stabil. Hormon kortisol adalah salah satu hormon stres. Kadar hormon ini semakin meninggi ketika kita dalam keadaan stres. Dengan kadar hormon yang tinggi kita lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi dan daya ingat kurang baik.
 Dengan shalat Tahajud yang dilakukan secara rutin, ikhlas dan khusuk akan mampu menciptakan karakter baru serta tangguh bagi pelaksananya, sehingga akan memiliki persepsi dan motivasi yang positif serta akan terhindar dari stres. Mungkinkah itu maksud firman Allah pada surah Al-Isra’: 79 di atas tentang diangkatnya para pelaksana shalat Tahajud ke tempat yang terpuji? Allahu’alam (Allah yang paling tahu). 
Mengapa Doa Kita Dikabulkan?



Saya pernah bertemu dengan bapak yang memiliki seorang putri, istrinya yang dicintainya sedang sakit keras tergolek di rumah sakit, setiap hari beliau datang ke rumah sakit menggantikan bajunya dan juga berbincang. Dokternya seolah kehilangan harapan namun beliau sebagai suaminya yakin akan kesembuhan sang istri.

Sampai pada suatu hari, beliau melihat sebuah kenyataan istrinya tubuhnya sudah pulih kembali bahkan beberapa hari kemudian dinyatakan telah sembuh dari sakitnya. Pernah saya berbncang-bincang mengenai hal itu. Beliau bertutur, 'Saya yakin Allah akan Mengabulkan doa2 saya.' Keyakinan itulah yang menyebabkan doa2 beliau begitu mudah dikabulkan. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak di dalam hidupnya mendapatkan kemudahan dan sering dikabulkan doa-doanya.

Ada tiga kunci dikabulkannya sebuah doa:

1. Kualitas diri yang berdoa. Doa setiap hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan dikabulkan sangat tergantung pada kualitas hambanya yang berdoa. Ada seorang Ibu yang berdoa ditengah malam senantiasa diiringi dengan tetesan air mata untuk anaknya agar diterima disebuah perusahaan maka keesokan harinya sang ibu mendapatkan kabar bahwa anaknya diterima diperusahaan tempat anaknya melamar pekerjaan.

2. Kualitas ketaqwaan yang berdoa. Setiap orang yang akan berdoa hendaknya meningkatkan keimanan dan ketaqwaanNya sehingga jika doa kita dikabulkan memang karena patut untuk dikabulkan. Saya pernah bertemu dengan seorang pengusaha yang mengalami kemajuan pesat didalam usahanya bertutur pada saya, kemajuan dibidang usaha berbanding lurus dengan kemajuan dibidang spiritual. Sholatnya ditingkatkan, shodaqohnya ditingkat, maka dengan sendirinya perusahaan meningkat pesat karena doa semua karyawannya.'

3. Amal Kebaikan. Sebelum kita meminta dalam doa. Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan mengabulkan permintaan kita, jika memang kita memang telah pantas menerima nilai yang seharusnya kita terima. Berilah kontribusi lebih besar dari apa yang kita inginkan dalam doa. Amal kebaikan yang telah kita lakukan salah satu faktor penyebab dikabulkan sebuah doa.

Maka tidaklah mustahil mengapa ada orang yang berdoa senantiasa dikabulkan oleh Allah karena memang ada orang yang sudah mencapai taraf kekasih Allah. Sebagai seorang kekasih apapun yang diminta oleh pujaan hatiNya, apapun yang diminta akan selalu diberi. Bahkan sebelum memintapun sudah diberi.

----
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS Al Baqarah 2:186).


Wassalam,

IBADAH


Hidup adalah sebuah ibadah ,dimana manusia memang diciptakan untuk selalu berpasrah diri kepadaNya.Kita tahu ,hidup itu selalu berusaha untuk selalu berpasrah diri dan menghambakan hidup kita kepada sang Khaliq ,dan kita pun tahu semua itu bermuara kepada satu tujuan yaitu pencapaian tingkatan mu’min yang taat  akan semua perintah sang maha hidup.Beribadah adalah pencucian diri kita kepada sang Pencipta,kita hidup memang diciptakan untuk selalu beribadah kepada Allah SWT.Setan saja percaya bahwa TuhanNya adalah Allah SWT,mengapa kita tidak yakin bahwa Allah adalah Tuhan kita.Disaat manusia baru diciptakan ,semua makhluk diperintahkan oleh Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam AS.Tapi setan tidak pernah mau untuk bersujud kepada Adam AS,karena setan hanya mau sujud kepada Allah SWT saja.Itu tandanya bahwa setan mengakui Tuhannya adalah Allah SWT.


MEMAKMURKAN MASJID
Oleh : Putut Wijanarko

        Rasulullah s.a.w bersabda ,”Apabila kamu melihat seseorang biasa pergi ke masjid maka saksikanlah ia benar – benar beriman”.(HR Ahmad,Ibnu Majah,Ibu Huzaimah,Ibu Hiban,dan Tarmidzi ).
        Sabda Nabi diatas memberikan penjelasan kepada kita bahwa pergi ke masjid merupakan bukti keimanan seseorang.Belum disebut benar-benar beriman jika seseorang tidak pernah atau jarang pergi ke masjid untuk melaksanakan ibadah.Dalam Al-Quran dikatakan karakter orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat adalah orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah.Disamping orang yang mendirikan sholat, juga membayar zakat dan tidak merasa takut selain kepada Allah                            ( At Taubah : 18 )
       Yang dimadsud dengan memakmurkan masjid tidak sekedar menyukseskan pembangunan ,pendirian dan perbaikan masjid tetapi yang lebih esensi adalah mengunjungi masjid dan memakainya dengan melakukan berbagai kegiatan ibadah.Dalam syariat islam seorang muslim sangat dianjurkan untuk sholat berjamaah di masjid lima kali sehari.Bahkan pahala sholat berjamaah di masjid memiliki kelebihan sampai dua puluh tujuh derajat dibandingkan sholat sendirian.Karena itu,sangat wajar jika rutinitas mengunjungi masjid merupakan indikasi tingginya keimanan seseorang.
       Ketika Rasulullah s.a.w melakukan perjalanan Hijrah dari Mekah ke Madinah ,beliau bersama Abu Bakar As-Shidiq singgah di suatu tempat bernama Kuba.Persinggahan beliau ternyata tidak hanya melepaskan lelah tetapi beliau menyempatkan diri membangun sebuah masjid yang dikenal dengan nama Masjid Kuba.Lalu setibanya Nabi dan para sahabatnya tiba di Madinah, salah satu program kegiatan penting yang beliau laksanakan adalah membangun sebuah masjid , yang sekarang dikenal dengan masjid Nabawi.
       Dari riwayat diatas kita dapat menarik pelajaran betapa pentingnya keberadaan suatu masjid di tengah-tengah masyarakat islam.
       Dr.Muhammad Sa’id Romadhani Al Buthy menyatakan,” Tidak heran jika masjid merupakan azas utama dan terpenting bagi pembentukan masyarakat islam, karena masyarakat Muslim tidak akan terbentuk secara kukuh dan rapi kecuali dengan komitmen terhadap islam ,hal ini tidak akan bisa ditumbuhkan kecuali dengan cara memakmurkan masjid. 

KEUTAMAAN MENGINGAT KEMATIAN
Ditulis kembali oleh: Putut Wijanarko
Sumber :Buku” Bimbingan Untuk Mencapai Tingkat Mu’min”.

         Ada beberapa hadits Rasulullah s.a.w yang menjelaskan keutamaan mengingat-ngingat perihal kematian itu,diantaranya ialah :

1. Perintah memperbanyak mengingat kematian :
   “ Perbanyaklah mengingat-ngingat sesuatu yang melenyapkan          segala macam kelezatan ( kematian )” diriwayatkan oleh Tarmidzi.

2. Mengingat kematian dapat melebur dosa dan bersuhud :
     Perbanyaklah mengingat kematian ,sebab yang demikian itu akan menghapus dosa dan menyebabkan timbulnya kezuhudan di dunia”. Diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya

3.Kematian sebai penasehat pada diri sendiri :
     Cukuplah kematian itu sebagai penasehat “
Diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi

4.Orang yang cerdik adalah orang yang terbanyak mengingat kepada kematian :
   “ Secerdik-cerdik manusia ialah yang terbanyak ingatannya kepada kematianserta terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu.Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik dan mereka akan pergi kea lam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat”.
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Abiddynnya.

Abdullah bin Nuthrif berkata :
      “ Kematian itu dapat melenyapkan kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang diliputi oleh kenikmatan itu.Oleh sebab itu carilah kenikmatan yang tidak ada kematiaanya yakni tidak ada habisnya “.
         Ketahuilah bahwa seseorang yang senantiasa berkecimpung dalam kemewahan keduniaan,yang tenggelam karena tertipu oleh keindahannya serta yang amat mencintai kesyahwatan-kesyahwatan serta kesenangan-kesenangannya,pastilah terlupa hatinya dari mengingat-ngingat kematian itu.Bahkan ia tidak ingat sama sekali bahwa pada suata ketika ia juga akan mati.

HANYA KEPADA ALLAH SWT KITA BERSUJUD
Ditulis oleh : PUTUT WIJANARKO

Firman Allah dalam Al-Quran yang bermaksud : “sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam surga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (Surah Az-Zariat ayat 15-18)
Mengacu pada ayat diatas,bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Allah diwajibkan untuk selalau memohon ampun kepadaNya baik pagi ,siang ,sore dan diutamakan sepertiga malam yang terakhir.Dengan sholat tahajud kita akan merasa tenang dalam memohon ampun kepadaNya bahkan bukan hanya memohon ampunan tapi kita juga bisa merasa tenang karena bisa berkomunikasi secara langsung kepada Sang Khaliq tanpa ada gangguan dari siapapun.
Selain itu orang – orang yang senang Sholat Tahajud tanpa ada paksaan dari siapapun dan hanya berharap Ridho dari Allah semata ,bagi mereka akan dibebaskan dan tidak akan dihisap di Padang Masar  itu artinya mereka telah mendapat jaminan surga dari Sang Pencipta
Kita harus percaya pada Tuhan kita hanyalah Allah semata,karena di dunia ini tidak ada Zat yang mampu menandingi Ke Agungan Allah dan tidak ada satupun yang mampu menyamainya.Setan saja percaya bahwa Tuhannya adalah Allah SWT semata dan dia tidak mau menyembah kepada selain Allah SWT itu dibuktikannya saat semua makhluq penghuni Surga di perintahkan Allah SWT untuk menyembah kepada Nabi Adam AS  hanya Setan yang tidak mau menyembah Adam AS ,karena bagi Setan Sesembahannya hanyalah Allah SWT semata

Kamis, 13 Oktober 2011


TAUHID HAKEKAT DAN KEDUDUKANNYA
Oleh Putut Wijanarko
Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat menentukan bagi kehidupan manusia,karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukan ,hanya amal yang dilandasi dengan tauhidlah menurut tuntunan islam yang akan menghantarkan manusia pada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam Akherat nanti.
Allah Ta’ala berfirman :
“ Barang siapa mengerjakan amal soleh,baik laki – laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman,maka sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik lagi dari apa yang telah mereka kerjakan.” ( An-Nahl:97)
Berdasarkan pada pentingnya peranan tauhid dalam kehidupan manusia,maka wajib bagi setiap muslim untuk mempelajarinya.
Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini Allah,bukan sekedar mengetahui bukti – bukti rasional tentang kebenaran wujud                 ( keberadaan ) –Nya dan Wahdaniyah ( Keesaan)-Nya,dan bukan pula sekedar mengenal asma dan sifat-Nya .
Iblis mempercayai bahwa tuhannya adalah Allah,bahkan mengakui keesaan dan kemahakuasaan Allah dengan permintaanya kepada Allah melalui asma dan sifatNya . Kaum Jahiliyah kuno yang dihadapi Rosullloh Shallallahu alaihi wasallam juga meyakini Tuhan pencipta,pengatur,pemelihara dan penguasa alam semesta ini adalah Allah               ( lihat Al Qur’an :38:82,31:25,23:84-89).Namun kepercayaan dan keyakinan mereka itu belum menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat MUSLIM,yang beriman kepada Allah Ta’ala.Dari sinilah lalu timbul pertanyaan “ Apakah hakekat tauhid itu ?
Tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah,yaitu menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekwen, dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya dengan penuh sara rendah diri,cinta,harap dan takut kepadaNya.
Allah Ta’ala berfirman :
“Aku menciptakan Jin dan Manusia ,tiada lain hanyalah untuk beribadah kepadaKu             ( Adz-Dzariyah :56 )
Ibadah adalah menghambakan diri kepada Allah Ta’ala dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya,sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rosullloh Shallallahu alaihi wasallam .Dan inilah hakekat agama islam,karena islam maknanya ialah penyerahan diri kepada Allah semata-mata yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepadaNya dengan penuh rasa cinta dan rendah diri.Ibadah berarti pula segala perkataan dan perbuatan ,baik lahir maupun batin yang dicintai dan di ridloi Allah.Dan suatu amal akan diterima oleh Allah sebagai suatu ibadah apabila diniati dengan ikhlas,semata-mata karena Allah dan mengikuti tuntunan Rosullloh Shallallahu alaihi wasallam .
Allah Ta’ala berfirman dalam Surat An-Nahl :36
“ Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada setiap umat ( untuk menyerukan ) Beribadah kepada Allah ( saja ) dan jauhilah thaghut .”
Berdasarkan pada ayat tersebut diatas maka kita sebagai umat islam janganlah berbuat thaghut.Thaghut ialah setiap yang diagungkan selain Allah dengan disembah ditaati atau dipatuhi.Baik yang diagungkan itu batu,manusia,ataupun setan.Sebab apabila kita berbuat thghut sama saja kita berbuat syirik.Syirik ialah memperlakukan sesuatu selain Allah ,sama dengan         Allah dalam hal yang merupakan hak khusus bagiNya.
Allah Ta’ala berfirman :
“ Dan tuhanmu telah memperintahkan supaya kamu jangan beribadah kecuali hanya kepadaNya ,dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik – baiknya.Jika salah seorang diantaranya atau kedua – duanya mencapai usia lanjut  dalam pemeliharaanmu,maka jangan sekali – kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ ah “ dan jangan kamu membentak mereka.serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.Dan rendahkanlah dirimu kepada mereka berdua dengan rasa penuh kasih sayang,dan ucapkanlah “ Wahai Tuhanku ,kasihinilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil.” ( Al-Isra; 23-24 )
Kalau kita telaah lebih dalam tulisan diatas tadi ,Allah menciptakan manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya dan kita sebagai manusia yang menganggap diri kita muslim punya tugas untuk selalu menyiarkan sekalipun hanya satu ayat kepada umat manusia untuk menunjukkan kepada mereka bahwa islam adalah agama yang benar.
Sumber : Buku Tauhid                                                                                                                                                                                                                                                     
Penulis : Syaikh Muhammad At-Tamimi