Tiga Jalan
Kesabaran
1. Seorang bersabar diatas ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala,karena
taat sangat berat dan sulit oleh jiwa dan badan, dimana seseorang merasa
lemah,lelah dan kepayahan dari sisi harta seperti zakat dan haji.Yang jelas
dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala terdapat kepayahan yang
dirasakan oleh jiwa dan badan sehingga dibutuhkan sabar dan pertolongan. Allah
berfirman : “ Hai orang-orang yang beriman,bersabarlah kamu dan kuatkanlah
kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga ( di perbatasan negerimu ) “ (
Qs.Ali-Imron:200 ).
2. Sabar untuk tidak melakukan perkara yang diharamkan oleh Allah Subhanahu
wata’ala yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan-Nya karena jiwa
selalu menyuruh dan menyeru berbuat durhaka sehingga manusia perlu menyabarkan
diri, seperti berdusta, menipu dalam muamalah, makan harta dengan bathil dengan
cara riba atau yang lainnya,zina,minum khamr,mencuri,dan yang semisalnya dari
dosa-dosa besar. Sehingga seseorang harus mampu menyabarkan diri darinya
sehingga menjerumuskan kedalam maksiat dan ini membutuhkan pertolongan untuk
menahan diri dan nafsu.Allah berfirman: “...dan orang-orang yang bersabar dalam
kesulitan ,penderitaan dan dalam peperangan .Mereka itulah orang-orang yang
benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqaroh :177)
3. Sabar terhadap takdir Allah Subhanahu wata’ala yang menyakitkan karena
takdir-Nya terkadang membahagiakan dan menyakitkan. Adapun takdir yang
membahagiakan maka perlu untuk disyukuri, sedangkan bersyukur termasuk ketaatan
kepada Allah sehingga termasuk jenis yang pertama, sedangkan takdir yang
menyakitkan dirasakan tidak enak oleh
manusia dengan diberi cobaan pada badannya, hilangnya harta, keluarganya dan
masyarakatnya.Allah telah berfirman : “Sungguh menajubkan perkaranya orang yang
beriman ,karena segala urusannya baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak
akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min, yaitu jika ia mendapat
kebahagiaan ,ia bersyukur karena ( ia mengetahui ) bahwa hal tersebut merupakan
yang terbaik untuknya.Dan jika ia tertimpa musibah ia bersabar , karena ( ia
mengetahui ) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik bagi dirinya.” (
HR.Muslim )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar