Senin, 02 Juli 2012


Tiga Jalan Kesabaran
1.      Seorang bersabar diatas ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala,karena taat sangat berat dan sulit oleh jiwa dan badan, dimana seseorang merasa lemah,lelah dan kepayahan dari sisi harta seperti zakat dan haji.Yang jelas dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala terdapat kepayahan yang dirasakan oleh jiwa dan badan sehingga dibutuhkan sabar dan pertolongan. Allah berfirman : “ Hai orang-orang yang beriman,bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga ( di perbatasan negerimu ) “ ( Qs.Ali-Imron:200 ).
2.      Sabar untuk tidak melakukan perkara yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wata’ala yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan-Nya karena jiwa selalu menyuruh dan menyeru berbuat durhaka sehingga manusia perlu menyabarkan diri, seperti berdusta, menipu dalam muamalah, makan harta dengan bathil dengan cara riba atau yang lainnya,zina,minum khamr,mencuri,dan yang semisalnya dari dosa-dosa besar. Sehingga seseorang harus mampu menyabarkan diri darinya sehingga menjerumuskan kedalam maksiat dan ini membutuhkan pertolongan untuk menahan diri dan nafsu.Allah berfirman: “...dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan ,penderitaan dan dalam peperangan .Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqaroh :177)
3.      Sabar terhadap takdir Allah Subhanahu wata’ala yang menyakitkan karena takdir-Nya terkadang membahagiakan dan menyakitkan. Adapun takdir yang membahagiakan maka perlu untuk disyukuri, sedangkan bersyukur termasuk ketaatan kepada Allah sehingga termasuk jenis yang pertama, sedangkan takdir yang menyakitkan dirasakan tidak enak  oleh manusia dengan diberi cobaan pada badannya, hilangnya harta, keluarganya dan masyarakatnya.Allah telah berfirman : “Sungguh menajubkan perkaranya orang yang beriman ,karena segala urusannya baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min, yaitu jika ia mendapat kebahagiaan ,ia bersyukur karena ( ia mengetahui ) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya.Dan jika ia tertimpa musibah ia bersabar , karena ( ia mengetahui ) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik bagi dirinya.” ( HR.Muslim )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar